Minggu, 30 Januari 2011

UPAYA MENINGKATKAN PAI MELALUI DINIYAH


Pendidikan sebagai suatu proses mempunyai dua sisi yang saling berkaitan. Pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) tapi lebih kepada transfer normatif (transfer of values). Jadi tujuan akhir pendidikan adalah menciptakan manusia seutuhnya yang memiliki ilmu pengetahuan dan nilai-nilai iman taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Dewasa ini yang masih menjadi pembicaraan hangat dalam masalah mutu pendidikan adalah prestasi belajar siswa dalam suatu bidang ilmu tertentu. Menyadari hal tersebut, maka pemerintah bersama para ahli pendidikan, berusaha untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan. Upaya inovasi pendidikan telah banyak dilakukan oleh pemerintah, diantaranya melalui seminar, lokakarya dan pelatihan-pelatihan dalam hal pemantapan materi pelajaran serta metode pembelajaran untuk bidang studi tertentu seperti pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
            Tujuan utama dari pendidikan Agama Islam adalah untuk memberikan corak Islam pada lulusan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan sehingga tampak adanya komitmen terhadap agama Islam serta kepribadian dengan nilai-nilai luhur yang bersifat illahiriah, seperti : kasih sayang, rasa keadilan, kejujuran, tanggung jawab, kedamaian, kepercayaan dan kebersamaan, sehingga pendidikan di madrasah diharapkan mampu menghasilkan manusia dan masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki sifat agamis, berkempuan ilmiah-amaliyah, terampil dan profesional sehingga akan senantiasa mematuhi tatanan kehidupan (Desain Pengembangan Madrasah,2006:16). namun sejauh ini belum menampakkan hasil yang memuaskan, baik ditinjau dari proses pembelajarannya maupun dari hasil prestasi belajar siswanya.
           Materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar sangat luas. Isi pendidikan Agama Islam memiliki sejumlah karakteristik yang digali dari Al Quran dan sunnah Rasullullah sebagai sumber ajaran Islam. Karakteristik tersebut yaitu : Iman, Ilmu, Amal, Akhlak dan Sosial. Metode pendidikan agama Islam mendorong, memfungsikan serta mengaktualisasikan segenap kemampuan jiwa.
            Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, metode yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistis. Ditambah lagi dengan penggunaan pendekatan pembelajaran yang cenderung membuat siswa pasif dalam proses belajar-mengajar, yang membuat siswa merasa bosan sehingga tidak tertarik lagi untuk mengikuti pelajaran tersebut, terlebih lagi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berkaitan dengan aspek baca tulis Al Qur’an, Aqidah Aqlak, Ibadah Syari’ah dan Tareh, sehingga pemahamannya membutuhkan daya ingat yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan ketekunan, keuletan, perhatian, dan motivasi yang tinggi untuk memahami materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan pada umumnya proses pembelajaran yang digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yakni ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan pembelajarannya didominasi olehguru dan sedikit melibatkan siswa. Karenanya mengakibatkan siswa bekerja secara procedural dan memahami matematika tanpa penalaran, selain itu interaksi antara siswa selamaproses belajar-mengajar sangat minim.
            Untuk mengatasi kondisi semacam itu sekolah mengupayakan kerjasama dengan masyarakat khusus bagi siswa-siswa yang membutuhkannya. Kerjasama tersebut adalah kerjasama dalam  menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui pengajaran pendidikan Agama Islam di madrasah.
            Madrasah merupakan lembaga Islam di Indonesia yang memegang peranan penting dalam proses pendidikan. Pendidikan ialah usaha sadar untuk (Muhibbin Syah, 1991 : 1).
            Pendidikan di Madrasah Diniyah adalah satu kesatuan pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat dasar, adapun fungsinya yaitu menyelenggarakan pendidikan agama Islam yang meliputi Qur’an Hadits, aqidah akhlak, fiqih, sejarah kebudayaan Islam dan praktek ibadah (Pedoman penyelenggaraan dan pembinaan Madrasah Diniyah, 2003 : 3).
            Anak yang Sekolah Diniyah dipilih peneliti sebagai upaya perbaikan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam didasarkan pada asumsi bahwa siswa Sekolah Dasar yang mengikuti belajar di Diniyah akan mempunyai pengalaman dan kesiapan yang berbeda dengan siswa yang tidak sekolah di Diniyah atau hanya mengandalkan pelajaran agama dari Sekolah Dasar  3 jam perminggunya.

Tidak ada komentar: